Selasa, 09 Agustus 2016

Contoh Teks Sejarah dan Fiksi Sejarah

 Contoh Teks Sejarah

                               Sejarah Singkat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
            Indonesia merdeka tidak begitu saja, akan tetapi melalui proses yang membutuhkan keberanian dari para pahlawan untuk mewujudkannya dalam proklamasi kemerdekaan. Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Kemudian pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya.
         Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Soekarno, Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.
           Pada tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang.
           Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI. Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.
            Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap.
            Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang.
              Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Maeda, di Jalan Imam Bonjol no.1. Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Keesokan harinya Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 Agustus guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan.
                  Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pemuda dari beberapa golongan. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok.
                   Pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945, Para pemuda pejuang termasuk Chaerul saleh, Sukarni, Wikana, Shodanco Singgih dan pemuda lainnya membawa soekarno, beserta fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan dan hatta ke rengasdengklok yang kemudian dikenal dengan peristiwa rengasdengklok. Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh jepang. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya.
                  Di Jakarta, golongan muda, Wikana, dan golongan tua, yaitu Mr. Ahmad Soebardjo melakukan perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Dan Mr. Ahmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu-buru memproklamasikan kemerdekaan.
                 Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta, Lalu bertemu dengan Mayor Jenderal Otoshi Nishimura, Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer Jepang. Nishimura mengemukakan bahwa sejak siang hari tanggal 16 Agustus 1945 telah diterima perintah dari Tokio bahwa Jepang harus menjaga status quo, tidak dapat memberi ijin untuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam. Soekarno dan Hatta menyesali keputusan itu dan menyindir Nishimura apakah itu sikap seorang perwira yang bersemangat Bushido, ingkar janji agar dikasihani oleh Sekutu. Setelah dari rumah Nishimura, Sukarno-Hatta menuju rumah Laksamana Maeda diiringi oleh Myoshi guna melakukan rapat untuk menyiapkan teks Proklamasi.
                   Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarni, B.M. Diah, Sudiro dan Sayuti Melik. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Dan Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia.
                   Setelah konsep selesai disepakati, Sajuti menyalin dan mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik milik Mayor Dr. Hermann Kandeler (dari kantor perwakilan AL Jerman). Dan pembacaan proklamasi dilakukan dikediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 (sekarang Jl. Proklamasi No.1).
                  Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh bu Fatmawati, dikibarkan oleh seorang prajurit PETA yaitu Latief Hendraningrat dibantu oleh Soehoed dan seorang pemudi membawa nampan berisi bendera Merah Putih . Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya.[4]. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional.
                  Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian.
                     Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.
Sungguh, kemerdekaan bangsa Indonesia yang kita kecap sekarang ini adalah buah perjuangan dari pendahulu-pendahulu kita. Kemerdekaan ini diraih penuh pengorbanan harta benda dan nyawa. Sepatutnyalah kita yang hidup di masa kini mengisi kemerdekaan itu sesuai bidang kita masing-masing. Buat kalian sebagai pelajar, isilah kemerdekaan ini dengan rajin belajar karena masa depan bangsa dan negara ini ada di tangan kalian.

 Struktur penulisan teks sejarah:
- Orientasi (pendahuluan/ pengenalan): "Indonesia merdeka tidak begitu saja........dst"
- Urutan peristiwa: "Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom........dst"
- Reorientasi (penutup/ simpulan): "Sungguh, kemerdekaan bangsa Indonesia........dst"




Teks Sejarah dan Fiksi Sejarah

Teks Fiksi dan Non Fiksi


-Cerita fiksi adalah sebuah karangan / prosa naratif yang bersifat imajiner (khayalan). 
  Kebenarannya tidak mungkin terjadi di dunia nyata. 

-Cerita nonfiksi yaitu karangan yang dibuat berdasarkan fakta, realita, atau hal-hal yang 
  benar-benar dan terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
  Tulisan nonfiktif biasanya berbentuk tulisan ilmiah, seperti laporan, artikel, skripsi, tesis, desertasi,
   makalah dan sebagainya. 

Teks Sejarah dan Fiksi Sejarah

Pengertian Teks Sejarah

Teks Sejarah merupakan teks yang didalamnya menjelaskan/menceritakan tentang fakta/kejadian masa lalu yang menjadi asal muasal sesuatu yang memiliki nilai sejarah.

Ciri - Ciri Teks Sejarah

  1.          Disajikan secara kronologis atau urutan peristiwa atau urutan kejadian yang berlatar sejarah.
  2.          Bentuk teks rekon atau teks cerita ulang
  3.          Struktur teks orientasi, urutan peristiwa, reorientasi.
  4.          Sering menggunakan konjungsi temporal.
  5.          isi teks/jalan ceritanya berupa fakta.
  6.          Tokoh-tokohnya nyata

Struktur Teks Sejarah

Orientasi : merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari teks cerita sejarah. 
Urutan Peristiwa : merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang   
biasanya disampaikan dalam urutan kronologis. 
Reorientasi : berisi komentar pribadi penulis tentang peristiwa atau kejadian sejarah yang diceritakan. Bagian ini merupakan tahapan yang bersifat pilihan, artinya boleh saja bagian ini tidak disajikan oleh penulis teks cerita sejarah.

Kaidah Kebahasaan Teks Sejarah

  1.          Pronomina (kata ganti) :  kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung.
  2.          Frasa adverbial : kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3.          Verba material : kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4.          Konjungsi Temporal (kata sambung waktu) : berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.

Contoh Teks Fiksi Sejarah
 Biografi : kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang yang ditulis oleh orang lain. 
 Autobiografi : kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang yang ditulis oleh orang   itu sendiri. 
 Certia Perjalanan : teks yang didalamnya menceritakan tentang perjalanan. 
 Catatan Sejarah : teks yang didalamnya menjelaskan/menceritakan tentang fakta/kejadian masa lalu yang menjadi asal muasal sesuatu yang memiliki nilai sejarah.

Teks Fiksi Sejarah
Teks fiksi sejarah yaitu jenis teks dengan latar sejarah yang benar-benar terjadi,
tetapi tokoh-tokoh utama di dalam cerita merupakan fiksi. Teks fiksi sejarah dapat
berupa novel, legenda maupun roman. Pada teks fiksi sejarah biasanya isi cerita
dibuat semenarik mungkin agar pembaca tidak bosan. Tujuan penulisan teks fiksi
sejarah adalah untuk mempengaruhi pembaca mengikuti pendapat penulis
dan menghidupkan emosi pembaca.

 Ciri-ciri teks fiksi sejarah
- teks tersebut tidak menceritakan kisah sebenarnya
dipengaruhi oleh subyektivitas pengarangnya.
- dapat menimbulkan emosi pembacanya
         - Tokoh-tokoh nya fiktif
         - alur ceritanya tidak nyata

Contoh Teks Fiksi Sejarah
  
1.  Novel : sebuah karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif; biasanya dalam bentuk cerita.
                   Penulis novel disebut novelis. Kata novel berasal dari bahasa Italia novella
                   yang berarti "sebuah kisah atau sepotong berita". 
2. Cerpen : Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk
                    prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada
                    tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang,
                    seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. 
3. Legenda : cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang mempunyai cerita sebagai
                       sesuatu yang benar-benar terjadi.  
4. Roman : sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau gancaran yang isinya
                    melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing.
                    Bisa juga roman artinya adalah "kisah percintaan"





 

Senin, 08 Agustus 2016

TEKS EKSPLANASI ILMIAH

Materi Pembelajaran 

Teks Eksplanasi

1.    Contoh Teks Eksplanasi
a. Definisi teks eksplanasi
        Teks Eksplanasi adalah teks yang menjelaskan tentang proses terjadinya atau terbentuknya 
        suatu fenomena alam atau sosial. Pada teks eksplanasi, sebuah peristiwa timbul karena ada 
        peristiwa lain sebelumnya dan peristiwa tersebut mengakibatkan peristiwa yang lain lagi sudahnya.         
        Struktur teksnya adalah pernyataan umum, urutan alasan logis.
b. Contoh teks eksplanasi
Contoh teks eksplanasi, seperti proses hantaran listrik, terjadinya gerhana bulan, proses terjadinya hujan, proses terjadinya polusi tanah, proses rusaknya paru-paru karena asap rokok, dsb.
    Perhatikan contoh  teks eksplanasi ‘Gempa Bumi’ di bawah ini!
Gempa Bumi
            Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi karena pergerakan lapisan batu bumi yang berasal dari dasar atau bawah permukaan bumi. Peristiwa alam itu sering terjadi di daerah yang berada dekat dengan gunung berapi dan juga di daerah yang dikelilingi lautan luas.
            Gempa bumi terjadi karena pergeseran lapisan bawah bumi dan letusan gunung yang dahsyat. Selain itu,  gempa bumi terjadi begitu cepat dengan dampak yang begitu hebat. Oleh karena itu, akibat yang ditimbulkan sangat luar biasa. Getaran gempa bumi sangat kuat dan merambat ke segala arah sehingga dapat menghancurkan baBerdasarkan penyebab terjadinya, gempa bumi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu gempa tektonik dan gempa vulkanik. Gempa tektonik tejadi karena lapisan kerak bumi menjadi genting atau lunak sehingga mengalami pergerakan. Teori “Tektonik Plate” berisi penjelasan bahwa bumi kita ini terdiri atas beberapa lapisan batuan. Sebagian besar daerah lapisan kerak ini akan hanyut dan mengapung di lapisan, seperti halnya salju. Lapisan ini bergerak sangat perlahan sehingga terpecah-pecah dan bertabrakan  satu dengan yang lainnya. Itulah sebabnya mengapa gempa bumi terjadi. Sementara itu, gempa bumi vulkanik terjadi karena adanya letusan gunung berapi yang sangat dahsyat. Gempa vulkanik ini lebih jarang terjadi jika dibandingkan dengan gempa tektonik.
Gempa dapat terjadi kapan saja, tanpa mengenal musim. Meskipun demikian, konsentrasi gempa cenderung terjadi di tempat-tempat tertentu saja, seperti pada batas Plat Pasifik. Tempat ini dikenal dengan lingkaran api karena banyaknya gunung berapi.
2.    Struktur Teks Eksplanasi
Setelah membaca teks “Gempa Bumi” itu, kamu tentu menemukan bagian-bagian yang berupa pernyataan umum (pembukaan), deretan penjelasan (isi), dan interpretasi/penutup (tidak harus ada). Bagian-bagian itu menjadi bangunan teks, eksplanasi seperti yang tampak pada bagan berikut.
a.   Pernyataan Umum
1)    Berisi satu statemen umum tentang suatu topik, yang akan dijelaskan proses keberadaannya,        proses terjadinya, proses keberadaannya, proses terjadinya, proses terbentuknya, dsb.
2)   Harus bersifat ringkas, menarik, dan jelas, yang mampu membangkitkan minat pembaca untuk membaca detailnya.
            b. Deret Penjelas
1)   Berisikan tentang detail penjelasan proses keberadaan, proses terjadinya.
2)   Sangat relatif untuk menjawab pertanyaan ‘bagaimana’, yang jawabannya berupa statemen atau yang jawabannya berupa pernyataan
            3)   Dimungkinkan mengingat proses perlu dijelaskan bertahap, pertama, kedua, ketiga, dsb. 
   atau pertama, berikutnya, terakhir.
 c. Penutup/Interpretasi
     Berisikan kesimpulan atau pernyataan tentang topik/proses yang dijelaskan.
Contoh mengidentifikasi struktur teks eksplanasi
Gempa Bumi
Pernyataan Umum
 
Right Brace:  Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi karena pergerakan lapisan batu bumi yang berasal dari dasar atau bawah permukaan bumi. Peristiwa alam itu sering terjadi di daerah yang berada dekat dengan gunung berapi dan juga di daerah yang dikelilingi lautan luas.
            Gempa bumi terjadi karena pergeseran lapisan bawah bumi dan letusan gunung yang dahsyat. Selain itu,  gempa bumi terjadi begitu cepat dengan dampak yang begitu hebat. Oleh karena itu, akibat yang ditimbulkan sangat luar biasa. Getaran gempa bumi sangat kuat dan merambat ke segala arah sehingga dapat menghancurkan bangunan dan menimbulkan korban jiwa. 
 Berdasarkan penyebab terjadinya, gempa bumi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu gempa tektonik dan gempa vulkanik. Gempa tektonik tejadi karena lapisan kerak bumi menjadi genting atau lunak sehingga mengalami pergerakan. Teori “Tektonik Plate” berisi penjelasan bahwa bumi kita ini terdiri atas beberapa lapisan batuan. Sebagian besar daerah lapisan kerak ini akan hanyut dan mengapung di lapisan, seperti halnya salju. Lapisan ini bergerak sangat perlahan sehingga terpecah-pecah dan bertabrakan  satu dengan yang lainnya. Itulah sebabnya mengapa gempa bumi terjadi. Sementara itu, gempa bumi vulkanik terjadi karena adanya letusan gunung berapi yang sangat dahsyat. Gempa vulkanik ini lebih jarang terjadi jika dibandingkan dengan gempa tektonik.
Interpretasi
 
Gempa dapat terjadi kapan saja, tanpa mengenal musim. Meskipun demikian, konsentrasi gempa cenderung terjadi di tempat-tempat tertentu saja, seperti pada batas Plat Pasifik. Tempat ini dikenal dengan lingkaran api karena banyaknya gunung berapi.
3. Ciri Bahasa Teks Eksplanasi
Setelah mengidentifikasi struktur teks eksplanasi ‘Gempa Bumi’ kalian akan belajar tentang ciri bahasa teks Eksplanasi. Ciri bahasa teks eksplanasi adalah sebagai berikut.
           a.  Fokus pada hal umum (generic), bukan partisipan manusia (nonhuman participants), 
     misalnya gempa bumi, banjir, hujan, dan udara. 

4.    Tujuan Teks Eksplanasi
Eksplanasi digunakan untuk memperhitungkan mengapa sesuatu menjadi seperti itu. Eksplanasi lebih merupakan proses-proses daripada tentang sesuatu.
Contoh: Tujuan dari teks eksplanasi Gempa Bumi adalah untuk menjelaskan proses/fenomena terjadinya gempa bumi.



Jumat, 12 April 2013

Macam-macam Kalimat


Kalimat Berita

Kalimat  berita adalah kalimat yang menyatakan suatu pernyataan berita atau kejadian yang perlu dikatahui sendiri atau orang lain.

Contoh: 
Kemarin saya dibelikan baju baru.
Doni besok pergi ke Semarang.
Bapak Wali kota nanti malam meresmikan gedung pertunjukan.

Kalimat Tanya
Kalimat tanya adalah kalimat yang bentuk susunannya belum lengkap, berupa pertanyaan yang membutuhkan jawaban.

Contoh:  
Siapa nama anak itu?
Di mana rumahmu?
Bolehkah aku ikut?
Berapa harga buku itu?

Kalimat tanya selalu diakhiri dengan tanda tanya (?)
Dalam menulis kalimat tanya selalu diikuti dengan beberapa kata tanya antara lain:

 Apa untuk menanyakan benda
  Contoh: Apa warna kesukaanmu?
  Apa yang ada di dalam tasmu?
Siapa untuk menanyakan orang
 Contoh: Siapa nama ibumu?
Berapa untuk menanyakan jumlah
 Contoh: Berapa umurmu?
Di mana untuk menanyakan tempat 
 Contoh: Dimana tempat tinggalmu?

Kalimat Perintah
 
Kalimat perintah adalah kalimat yang menyatakan perintah atau suruhan yang harus dikerjakan oleh orang kedua. Kalimat perintah diakhiri dengan tanda seru.

Contoh: 
Ambilkan buku itu!
Cepatlah kamu mandi!
Buanglah sampah di tempatnya!
Jangan bermain api, nanti terbakar!
 
Kalimat langsung
Kalimat langsung adalah kalimat yang mempergunakan tanda petik atau kalimat yang langsung diucapkan oleh yang mengucapkan, bertanya, berseru atau mengucapkan sesuatu.

Contoh: 
 Ibu berkata: “Besok pagi saya akan pergi ke Jakarta.”
 “Jam berapa kamu berangkat?” Tanya Bakri
 
Kalimat tak langsung 
Kalimat tak langsung adalah kalimat kalimat yang tidak menggunakan tanda petik dan bukan diucapkan secara langsung oleh yang mengucapkan atau yang mengucapkan  kalimat tersebut.

Contoh:   
Pak guru berkata bahwa semua murid harus rajin belajar.
Budi mengatakan kepada ayahnya bahwa ia kemarin memenangkan pertandingan sepak bola.

Mari Berlatih
A. Buatlah kalimat tanya dengan memperhatikan jawaban di bawah ini:
    1.Tokoh-tokoh dalam cerita semut dan kera adalah semut, kera, dan gajah.
    2. Soto ayam kampung sangat  enak dan lezat
    3. Ulangan Matematika diadakan besok Senin
        ............................................................................................................
    4. Jumlah murid kelas 3A ada 30 Orang siswa
         ............................................................................................................
B. Buatlah kalimat perintah dari kata di bawah ini:
    1.Jangan
       ...............................................................................................................
    2. Silahkan
        ................................................................................................................
    3. Tolong
        ...................................................................................................................

C. Buatlah 2 buah kalimat berita
    1.....................................................................................................................
    2.....................................................................................................................

 

Selamat Belajar Semoga Sukses!!!!!

Penggunaan Huruf Kapital dalam Kalimat

1Huruf kapital dipakai sebagai huruf  pertama kata pada awal kalimat.
      Contoh:
      Budi pergi ke Malang
      Dina membeli buku tulis
2. Huruf kapital dipakai sebagai kutipan langsung
    Contoh:
    Paman bertanya, “kapan kamu ke rumah paman?”
    “Siapa nama ayahmu?”, tanya Jatmika
3.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan 
   dengan hal-hal keagamaan, kitab suci, nama Tuhan, dan termasuk kata gantinya.
   Contoh:
   Allah, Yang Maha Esa, Nabi Besar Muhammad s.a.w, Kitab Al-Qur’an, 
   Agama  Islam,Agama Kristen.

4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama gelar kehormatan,  keturunan 
    yang diikuti nama orang.
     Contoh: 
     Raden Ajeng Kartini,  Haji Kusnan, Pangeran Diponegoro dan lain-lain
5. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat 
   yang diikuti nama orang
    Contoh: 
    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gubernur Sukarwo, Jendral Sudirman.
6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama orang.
    Contoh: Siswanto Mangku Boto Limo
                Tasya Siunge Songo
                Siti Kamar Mandi
7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa.
    contoh: 
    suku Jawa, bangsa Indonesia, bahasa Indonesia

8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bulan, tahun, hari, 
   hari raya, peristiwa sejarah dan lain-lain.
    Contoh: hari Senin, bulan Agustus, tahun Masehi, Idul Fitri, hari Natal, 
    hari raya Idul Fitri
9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama kota, 
   dan nama khas geografi.
    Contoh: 
    Surabaya, Jakarta, Malang. Gunung Bromo, Tanjung Perak, Pulau jawa, 
    Sungai Musi, Danau Toba, Laut Jawa, Selat Malaka, Benua Asia.

Ayo Berlatih
 
Tulislah kembali kalimat berikut dengan huruf kapital yang tepat!
1.hari minggu, diana pergi ke pantai.
2.Kemarin, sinta devita mengikuti lomba baca puisi.
3.pagi-pagi, toni sudah bangun.
4.nenek syarifah berasal dari suku minang.
5.bulan mei, rudi hermawan datang ke semarang.
6.apakah hari ini, tiana menulis cerita baru?
7.sabtu pagi ibu membuat nasi dan ayam goreng.
8.aduh kakiku terinjak teriak fito
9.kapankah kenaikan kelas?
10.“saya akan ke rumahmu” kata rani kepada nina